h1

Menjual Pantun

March 28, 2009

Makan nasi berlauk ikan,

Minum air bersendawa pula;

Kalau benar tuan katakana,

Perangai lama datang semula?

 

Dua kawan sedang berbalah,

Sama ada Bilakan mendaki gunung daik;

Jangan Buruk muka, cermin dibelah,

Cuba menukar masih lebih Ubah sikap buruk agar baik.

 

Bulan purnama terang malam,

Pungguk merindu di pokok sena;

Masuk rumah tidak bersalam,

Adat lama hilang ke mana?

 

Di laut ada barang kulit terapung,

Sebenarnya ialah anting-anting;

Melentur air biarlah dari rebung,

Sedar Kekalkan adat yang sangat penting.

 

Kalau tuan pergi ke tanjung,

Berlikan saya kain pelekat;

Kalau benar tiba ke penghujung,

Mengapa masih teringat-ingat?

 

Hari raya menyukai berbagai jamuan,

Atas meja makanan diratur beratur Kanak-kanak suka meratah;

Kami pernah beraku-akuan,

Tapi nasi telah menjadi bubur Tapimu meninggal tanpa berkata.

Advertisement

3 comments

  1. I. my third line is changed, rectified.

    Dua kawan sedang berbalah,

    Sama ada mendaki gunung daik; Sama ada change to Bila ‘kan to be more poetic

    Jangan buruk muka, cermin dibelah, drop jangan so the next line is to distance from this behavior

    Cuba menukar masih lebih baik.

    Try ubah sikap buruk agar baik

    Cikgu


  2. Di laut ada barang terapung,

    ada barang should be something obvious
    such as tempurung (coconut shell)

    Sebenarnya ialah anting-anting;

    Put the earing in the shell so keep your rhyme i.e.

    Shells contains silver earing etc.

    Melentur air biarlah dari rebung, ok

    Sedar adat yang sangat penting.
    Sedar may be maintain > kekalkan

    Cikgu


  3. You changed the spelling of my second line in the third pantun.

    Hari raya menyukai jamuan,

    menyukai is too standard a word, change to berbagai

    Atas meja makanan diratur;

    Consider beratur although means line-up it can also mean arranged in line

    Kami pernah beraku-akuan,

    Tapi nasi telah menjadi bubur.

    Ok but this doesn’t explain why you still think and think about the person.

    It simply meant it is beyond repair or too late now.

    Cikgu



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.